Birth Story of Abdullah Kareem

Bismillahirrahmanirrahiim. #birthstory

“Dan apabila Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya maka tidak ada yang bisa menyingkapnya selain Dia, dan apabila Dia menghendaki kebaikan bagimu maka tidak ada yang bisa menolak keutamaan dari-Nya. Allah timpakan musibah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

Setiap kehamilan dan persalinan itu istimewa.

Selama lebih dan kurangnya sembilan bulan lamanya, Allaah berikan waktu seorang (ibu ataupun calon ibu) untuk mempersiapkan persalinannya.

Tidak ada yang meragukan Allaah, sebagai sebaik-baik pengatur dan perancang kehidupan mahlukNya.

Pun ketika ada seorang wanita hamil yang ketika usia kehamilannya masuk ke usia 20 minggu, Allaah berikan ujian berupa patah tulang paha bagian atas dekat panggul.

Innalillahi wa innailahi roji’un.
Qadarullah wa ma sya’a fa’al..

Alhamdulillah atas segala yang telah terjadi, yang telah ditakdirkan Allaah pasti terjadi.

Tulang paha ibu hamil itu Allaah takdirkan untuk patah dan pilihannya sang ibu harus ikhlas dengan keadaannya untuk tidak bisa berjalan. Tetapi Allaah menakdirkan bayi yang dikandungnya sehat, kuat dan tetap lincah. Maa syaa Allah..maa syaa Allah..maa syaa Allah.

Semudah itu dan semungkin itu takdir Allaah berjalan. Tidak ada yang terlalu cepat ataupun lambat.

Kehamilan 20 minggu hingga persalinan yang harus dijalani dengan keadaan :
hanya berbaring di tempat tidur sambil menahan nyeri tulang yang baru patah, mulai bisa bergerak ke kanan dan ke kiri meskipun tetap di tempat tidur, perlahan bisa duduk, hingga perlahan bisa berdiri dan berjalan dengan tongkat.

Terlontar sebuah pertanyaan dari kawan jauh si ibu “Nanti kamu gimana dong lahirannya? Harus operasi ya lahirannya?”

Dengan penuh ketawakalan, haqqul yakin sang ibu menjawab “ketika Allaah sudah titipkan bayi ini di rahimku, in syaa Allaah sudah Allaah siapkan pula cara bayi ini kelak keluar, bisa lahiran normal, dengan izin Allaah.”

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.

Bayi yang dijaga Allaah itu pun semakin besar di dalam perut ibunya, semakin kuat dan lincah.

Ibu sangat sadar bahwa keimanan dirinya naik dan turun. Imannya berbanding lurus dengan intensitasnya ber’khalwat’ dengan Allaah.

La hawla wa la quwwata illa billah.

Asupan jasmani maupun rohani selalu dipastikan dalam kadar yang tepat.

Olahraga sangat minim dilakukan, mengingat berjalan pun masih tertatih dengan bantuan tongkat dan perutnya semakin membesar.

Alhamdulillah Allaah kelilingi si ibu dengan para keluarga, sahabat dan juga calon penolong persalinan yang (in syaa Allaah) shalih dan shalihah.

Selalu menguatkan si ibu dengan bahasa keimanan. Dengan untaian ikhlas indahnya doa-doa.

Suatu waktu, disaat panik di awal kaki patah, begitu banyak judgements dari berbagai pihak ..si ibu bertanya kepada seorang bidan tentang kemungkinannya melahirkan dengan persalinan normal.
“Ummi, apa Saya bisa melahirkan secara normal?” Saat itu mengetik sambil berderai airmata 😭.
~
“In syaa Allah mba, Allaah sudah mempercayakan seorang bayi di rahim mba, in syaa Allaah jalan lahirnya sudah disiapkan sesuai yang Allaah kehendaki. Ada seorang yang (maaf) memiliki disabilitas sejak lahir saja bisa kok normal.”

Pernah pula suatu ketika dalam kegundahan, si ibu bertanya “Bidan, Saya harus olahraga apa dong?”
Padahal si ibu tahu dalam kondisinya tidak banyak yang dapat dia olah secara raga 🙂
(Saat bertanya itu kehamilannya masuk trimester tiga awal)

Dengan tenang bidan itu menjawab “nggak perlu bu, ibu hanya perlu banyak istirahat dan terus mendekat pada Allaah, alhamdulillah kondisi ibu dan adik bayi sehat.”

Nyesss..maa syaa Allah.
~
Baiklah. Cukup berbagai pertanyaan dan kekhawatiran. Saatnya meningkatkan intensitas “bicara” dengan Allaah semata.

Isi pikiran dengan nutrisi positif.
Bacaan HANYA yang positif.
Mendengarkan juga HANYA yang positif.
Apalagi LISAN.

Allaah ya, kalau ingin mengajarkan sesuatu hal, begitu hebat caranya.
Diasah kembali level tauhid seorang ibu hamil.

Maha Pencemburu katanya Allaah itu?
Tidak ingin diduakan oleh seorang mahluk atau hal apapun.
~

Hingga tiba waktu itu, sekitar sebulan yang lalu pukul 1 dini hari, si ibu merasa “this it! Waktunya buat lahiran”

Dengan kondisi berpeluh sambil menahan gelombang cinta yang sesekali muncul. Lembut, tapi pasti..😎😁

(buat yang sudah pernah melahirkan pasti membaca ini mulai agak mules #sotoy 😅🤭)

“Ayo Ba, kita pergi ke bidan”
Ujar si ibu membangunkan suami tercintanya.

“Lho memang sudah mau lahir?”

“Justru karena masih proses ayo kita jalan sekarang, aku order gokar ya..jangan sampai seperti persalinan kedua mau brojol di mobil.” 😅

“Ya sudah”

Sekitar hampir pukul 2 dini hari, melihat aplikasi gokar nggak ada Mobil yang terlihat sama sekali.

Astaghfirullah..kok nggak ada ya..gumam si ibu dalam hati..ya Allaah mudahkan.

Beberapa detik setelah doa tersebut dibatin si ibu, muncul lah notifikasi dari Pak sopir dan tidak lama sopirnya menelfon.

“Bu, sebentar, sabar, tahan ya bu saya akan antar ke Rumah Bidan Rina.”

Wow Pak sopir cekatan sekali…
Bahkan tujuan kemana ibu itu ingin pergi seperti sudah sangat familiar untuk beliau,
gumam si ibu.

~
Diperjalanan, suami ibu hamil memulai percakapan dengan Pak sopir yang baik hati itu.

“Jam segini masih on ya Pak?

“Sebenarnya Pak, Saya nggak biasa gokaran jam segini sebenarnya. Ini Saya iseng nyalakan aplikasi sambil isi bensin.
Saya baru pulang antar turis ke Bromo. Hanya karena tujuannya kok Rumah Bidan Rina, Saya pikir pasti ibu ini mau lahiran. Kebetulan istri Saya sedang hamil dan berencana melahirkan di tempat yang sama. Semoga ini menjadikan istri Saya nantinya lancar, mudah bersalinnya.”

Kisahnya ditutup dengan doa.

Maa syaa Allah. Rencana indah Allaah apalagi yang mau diragukan?

“Kami juga nggak biasa order gokar sedini ini Pak, memang sudah takdir Allaah ingin pertemukan Kita.”
~

Berlanjutlah Pak sopir dan Pak suami berbincang, tepatnya Pak sopir yang baik hati itu berbagi seputar kehamilan pertama istrinya. Mulai dari perjalanan trimester pertama hingga akhirnya sebentar lagi akan melahirkan. Sambil sesekali melontarkan pertanyaan ke ibu hamil “bu, gimana sih rasanya mau melahirkan?”
~
“Rasanya seperti yang saya rasakan sekarang Pak, seru..😃 perut mengencang, ada gelombang cinta yang sulit digambarkan tapi nikmat dirasa.”
~
Hampir tiba di Rumah Bidan..
*Gedubrak**

Pak sopir yang baik hati tidak lihat ada ‘polisi tidur’ yang tinggi, alih-alih ngerem, beliau malah ngegas.

—sempat hening sejenak—

“Bu Saya minta maaf ya, barusan nggak lihat, ada polisi tidur, kalau istri Saya pasti sudah ngomel..alhamdulillah ibu tenang.”
~
“Pak, Saya sudah nggak sanggup ngomel, sudah makin seru kontraksinya, Pak”
Jawab si ibu sembari memegangi perut besarnya.

~
“Mohon maaf bener ya bu, Saya doakan gajlugan tadi bikin persalinan makin lancaaarr”
~
“Aamiin, terima kasih Pak. Semoga nanti persalinan istri Bapak juga Allaah mudahkan.”
Tutup si ibu mengakhiri perjumpaan dengan Pak sopir baik hati karena sudah tiba di Rumah Bidan Rina.


Rumah terlihat sepi ketika itu, hanya ada seorang nenek yang menunggu cucunya yang baru lahir.

“Mbaknya mau lahiran, a? Biar Saya bantu bangunkan bidannya, baru saja istirahat, anak Saya habis lahiran.”
~
“Nanti dulu bu, Saya masih bisa tahan, biar istirahat dulu para bidannya, pasti lelah..”
~
Ketika rasa gelombang cinta itu semakin penuh cinta, si nenek yang ditemui tadi pun membantu untuk membangunkan salah seorang bidan.


“Alhamdulillah sudah pembukaan 7, mba..”
Ujar bidan itu setelah memeriksa ibu hamil.
~
“Alhamdulillah..Saya pinjam birth ballnya lagi ya Bidan, semoga memudahkan ke pembukaan 10.”
~
“Nggih mba, silakan”
~

Tak lama adzan subuh berkumandang.

“Dek, Kita shalat subuh dan dzikir pagi dulu yuk”
Ujar si ibu kepada adek bayi sambil mengelus perutnya.

Usai dzikir pagi, rasa pertanda persalinan akan segera terjadi semakin menguat.
Sambil masih berada di atas birth ball si ibu berucap pada kedua bidan yang sejak selesai shalat subuh terus mendampinginya.

“Bidan, sepertinya sudah beneran mau lahiran, udah mules banget”
~
“Mba masih bisa berjalan ke ruang persalinan atau mau di kamar ini saja bersalinnya?”
~
“In syaa Allah masih kuat. Bismillaahirrahmaanirrahiim.”

Sambil berjalan menuju ruang persalinan dibantu dengan tongkatnya, si ibu sempat terhenti beberapa kali. Berusaha keras menahan kontraksinya yang semakin dahsyat.

Hingga sampai di depan pintu ruang bersalin.
“Ayoooo umma, jangan takut, masuk aja umma, ada kakak kok disini.”
Ujar supporter kecil, anak pertama ibu hamil itu, menyemangati.

Langkah si ibu benar-benar terhenti. Bukan karena tidak berani masuk ruang bersalin seperti sangkaan putra pertamanya 😁
Tapi kali ini si ibu benar-benar berjuang antara ingin melangkah masuk, menahan bayi agar tidak jatuh seketika dan mengikuti dahsyatnya gelombang cinta untuk mengejan.

Tak kuasa lagi bicara, hanya sederet kalimat Allaah yang kuasa dilantunkan dengan lirih. Berdiri, pegangan tongkat, dan …

*BRUGH!**

ALHAMDULILLAH..ALLAHU AKBAR!

Hamba Allaah telah mendarat dengan sempurna sesuai gaya gravitasi bumi😃 bersamaan dengan pecahnya ketuban.

Maa syaa Allah..ini ternyata skenario yang sudah Allaah siapkan jauh-jauh hari. Sekali mengejan dan bayi istimewa itu ‘bungee jumping’. 💓

Suasana ba’da subuh di hari itu sangatlah elok bercampur haru dengan tangis seorang bayi yang Allaah kirim untuk memberikan pelajaran besar tentang tauhid dan ketawakalan. Khususnya untuk seorang ibu yang telah mengandungnya selama 39 minggu.

Ya Allaah, jadikan hati-hati kami bersyukur, terus bersujud akan segala nikmat yang Engkau beri, bersabar juga ikhlas akan segala ujian yang juga Engkau beri.
Sungguh semuanya bersifat sementara sebagai bekal amal menuju yang kekal.

Engkau Ya Allaah, Maha Pembalas segala kebaikan, jadikan segala kebaikan orang-orang yang menguntai indah doanya, juga yang telah membantu persalinan ibu, sebagai pemberat timbangan amal shalih mereka.

Jazaakunnallahu khayran katsiran team Rumah Bidan Rina, Yulis Indriana , Hilma Maulida, Bidan Restu, Bidan Fardhan, Bidan Siti. Ummi Mugi Rahayu yang sudah mau direpotkan dengan berbagai pertanyaan ‘kepanikan’ pasca fraktur, Bidan Asihsukarsih, Bidan Nevy (klinik DaQu, Malang) 💓
Mohon maaf tidak mentagged semuanya, in syaa Allah kebaikan kalian sudah di “tagged” oleh yang Maha Mengetahui.

Baarakallahu fiik,
#tulisanumma

#AbdullahKareemNasrullah
#birthstory
#kisahpersalinan
#bersalinsambilberdiri
#persalinantanpamengkhawatirkanrasasakit
#jummuahmubarakah

Qadarullah

Maa syaa Allah..la quwwata illa billaah. “Ergghhh..lantainya nakal!!!” 😤
Katamu sambil memukul-mukul lantai. (Beberapa bulan lalu)

“Umma, kakak jatuh barusan, qadarullah..” 🙃
Ujarmu dengan tersenyum, sambil berusaha bangun sendiri. (Kemarin sore)

Tabarakallah kakak.
Maaf ya ketika itu umma sempat ragu untuk menyampaikan makna dan penggunaan kata “qadarullah” karena merasa kakak masih terlalu kecil, gimana ya bahasa sederhananya..ngerti nggak ya nanti kakak?! Zzzzz. Cupu ya umma 😏

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allaah, umma diingatkan untuk tetap menyampaikan. Niatnya ingin menanamkan, sama-sama belajar bahwa segala sesuatu itu terjadi ataupun tidak mungkin terjadi, semua karena ketetapan Allaah.

Mau sampai kapan nyalahin lantai, kursi, meja, pohon, DLL, gitu maksudnya umma kak 🤓

In syaa Allah ketika semakin dewasa nanti kakak juga belajar bahwa apa yang terjadi selain karena ketetapan Allaah, juga karena perbuatan manusianya itu sendiri 😥😣astaghfirullah..berikan kami ketetapan yang terbaik menurutMu di dunia juga akhirah ya Rabb.

Beberapa hari lalu ketika kakak terbentur pohon dan berdialog dengan seseorang yang berusaha menghibur kakak dengan menyalahkan pohon itu sambil memukul pohonnya..
Dengan tegas kakak menjawab “bukan pohonnya koook yang salah.” 😢

~
Maa syaa Allah..jaga anak-anak kami juga kaum muslimin ya Rabb, jadikan mereka anak-anak yang membanggakan di dunia juga di kehidupan akhirah kelak..

Teruntuk para saudaraku, sahabatku yang sedang berikhtiar untuk mendapatkan keturunan, semoga Allaah mudahkan ikhtiar mendapatkan keturunan yang shalih dan shalihah. Allahumma aamiin.
💓

Baarakallahu fiik
#tulisanumma
Malang, 13 Januari 2019
7 Jumada I 1440H

PicVenue #masjidramliemusofa
#masjiddekatrumah
#edisikangen

Tanggung Jawabku Kelak

Subhanallah..walhamdulillah..wa la ilaha ilallah..wallahu Akbar! 💞
Kapankah terakhir diri ini meluangkan waktu untuk sejenak hanya diam, merenung dan menghitung karunia Allaah yang begitu banyak?
Mungkin ada yang menjawab “barusan”, “setiap hari juga begitu”..
Mungkin, ada pula yang menjawab “astaghfirullah, sudah lama sekali terakhir melakukan itu, sampai tidak ingat”.
Nastaghfirullah wa atubu ilahi.
Betapa memang benar firmanNya bahwa manusia adalah mahluk yang banyak mengeluh, bahkan sering lupa akan nikmat Rabbnya.
Lupa bahwa tidak semua orang Allah karuniakan pasangan, anak-anak, kesehatan ataupun harta yang berlimpah ruah.
Sehingga terkadang, perilaku Kita terhadap suami atau istri, juga anak-anak, padahal sebagai seorang yang (katanya) beriman, namun tanpa disadari, lisan maupun laku ini tidak linear dengan akhlak seorang yang beriman.
Belum lagi terhadap diri yang sering Kita dzalimi, haknya tidak ditunaikan, seringkali lapar tak dihiraukan, kantuk apalagi, padahal waktunya banyak yang terbuang untuk kesenangan dunia belaka.
Harta yang berlimpah itu, gadgets yang selalu baru, tanpa sadar hanya digunakan untuk perlahan menjauhi syariat Rabbnya.
Tanpa mau tahu batasan mahrom dan non mahrom yang dihubungi, hanya untuk memuaskan hawa nafsunya belaka.
Astaghfirullah.. astaghfirullah.. astaghfirullah.
Sebagaimana apabila seseorang yang ahli dibidang tertentu, menekuni keahliannya selama 50 tahun, dapat dipastikan ia sangat paham tentang seluk beluk pekerjaannya beserta segala rahasia di dalamnya, begitu pula iblis, sejak diusir Allaah Ta’ala dari syurgaNya, hingga saat ini, pekerjaannya hanyalah menjerumuskan dan menyesatkan manusia. Dengan berbagai cara.
Berapa diantaranya adalah:
  1. Menghiasi kebatilan
  2. Menamakan kemaksiatan dengan nama-nama yang menyenangkan.
  3. Menamakan ketaatan dengan nama-nama yang tidak disukai. Berapa banyak dari Kita yang sering dijuluki “kuper”, “fanatis”, “radikalis” dan sejenisnya, hanya karena Kita ingin menjaga diri, dengan berpegang teguh pada Qur’an dan Sunnah. Untuk perempuan yang komitmen untuk tunduk pada perintah RabbNya dan hanya beraktivitas di rumah, tak jarang dilabeli dengan “ketinggalan jaman”, “primitif”. Semua itu merupakan bisikan dan tipu daya setan.
  4. Setan memasuki manusia dari pintu yang paling disenangi jiwanya.
  5. Menyesatkan manusia secara bertahap. Selangkah demi selangkah, begitulah cara yang dipilihnya. Sebagaimana orang-orang zaman dahulu mengatakan “bermula dari pandangan, lalu senyuman, kemudian perbincangan, mengikat janji lalu pertemuan.”
Astaghfirullah..
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)
Hendaknya kita berhati-hati dalam berucap dan berbuat, karena semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala di akhirat. “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36)
Allahumma, jaga kami sekeluarga juga Muslimin dari segala kejahatan mahlukMu. Berikan cahayaMu untuk melihat yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil.
Seorang hamba yang faqir ilmu, dan terus berharap akan ampunanMu,
@tulisanuma
Malang, 5 Safar 1440 H
14 Oktober 2018 M

Ref :
📖Ruqyah, Jin, sihir, dan terapinya. Syaikh Wahid Abdussalam Bali.
🖇️muslimah.or.id

✨MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DARI RUMAH KE SEKOLAH ✨

Oleh : Ust Budi Ashari

Kebangkitan peradaban Islam yang sudah dijanjikan Rasulullah sejak 15 abad yg lalu BERMULA DARI RUMAH

Selama org tua masih terlalu berharap besar pada sekolah, selama orang tua hanya berpikir sekolah mana yg paling bagus, maka kebangkitan masih jauh..

🏡 Rumah harus memiliki peran yang lebih besar dibanding sekolah..
Di zaman Rasul, rumah adalah sekolah yang lengkap.
Betapa banyak anak yg belajar ilmu tertentu dari Bapaknya, Ibunya, Kakeknya, Pamannya, Kakaknya..

🏫 Sekolah memang memiliki peran yg sgt besar dalam Islam. Dulu, pesantren bisa menggerakkan negara, “on off” nya negara ada di pesantren.. Sekarang??

Artinya, kita saat ini di rumah bermasalah, di sekolah bermasalah.. 😱

Pikirkan, bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Allah sebagai orang tua kelak? Apakah kita bisa menjawab “sudah saya serahkan ke sekolah ya Allah” ketika diminta pertanggung jawaban tentang anak2 kita..

Ketika terjadi permasalahan pada anak2 kita, dulu narkoba, sekarang LGBT, kita ketakutan..Kalau terjadi pada anak2 kita, mau menyalahkan siapa? menyalahkan sekolah? Yg harus bertanggung jawab pertama adalah ayah ibunya.. 😭

🏠🏠🏠🏠🏠

Ketika kita mau membangun peradaban dari rumah kita, pelajari bagaimana Al Qur’an berbicara tentang rumah,

1. Baytun بَيْتٌ (rumah)
memiliki akar kata بات artinya bermalam/menginap.
Rumah harus bisa menjadi tempat menginap/bermalam yang nyaman. Di Al Qur’an malam hari merupakan waktu beristirahat. Rumah harus bisa menjadi tempat beristirahat di malam hari dengan tenang. Kita tak akan nyaman dan tenang menginap di rumah yang penuh pertengkaran.

2. Maskana مَسْكَنَ (tempat tinggal)
berasal dari kata sakana, sukun..
Dalam membaca Al Qur’an, huruf sukun artinya huruf yang ditenangkan setelah huruf sebelumnya berbunyi/bergerak..
Sakinah tenang..
Rumah harus menenangkan penghuninya setelah beraktivitas di luar rumah.. Ketika berada di rumah penghuni merasa tenang..

3. Baytullah/Masjid
Terkadang Allah menyebut buyuutin, yg bermakna masjid.. Baytullah, rumah Allah. Harus ada kaitan antara rumah kita dgn rumah Allah..

👨 Qs 4:34 setelah ayat tentang masjid, Allah menyebutkan kata Rijaal, artinya kalau kamu laki2, kamu harus ke masjid..
Rijal tidak bermakna laki-laki saja, tapi juga berasal dari kata rojuulah artinya jantan..
Artinya jika kamu laki2 dan “benar2 laki2” maka ke masjid..
Maka para ayah jangan pernah memberikan anak perempuannya ke laki2 yg tidak ke masjid..

Berikutnya Allah Membahas tentang pekerjaan..
Secara fitrah, laki2 yg menjadi pembicaraan di antaranya adalah pekerjaan..
Kalau ibu2 secara fitrah yg dibicarakan anak2nya..
Ini fitrah yg sering kita lawan..
Maka wanita jangan melawan fitrah itu dengan bekerja keluar meninggalkan anak-anaknya.. Fitrah ibu adalah bersama anak2nya.,

🌟Betapa pentingnya memiliki rumah yang menjadi maskana, tempat sakinah, keamanan, ketenangan..

✨Doa Nabi Ibrahim ketika akan meninggalkan Siti Hajar di Mekkah sangat panjang..
Bekal yg dibawa hanya sekantung air dan sekantung kurma..
Tapi yg pertama diminta adalah tempat tinggal keluarganya sebagai tempat yg aman, nyaman, tenang (Rabbanaj’al haadzal balada aamina).. lalu soal aqidah… baru meminta soal rezeki..

Nyaman itu bukan karena luas, AC, listrik dsb..
Nyaman itu letaknya di hati dan tidak bisa dibeli..

✨Di surat At Tahrim, Asiah istri Fir’aun hidup di istana megah tapi tidak merasa aman, tidak nyaman, tidak selamat. Sehingga meminta dibangunkan rumah di surga.. Karena itu yg tidak diperolehnya di dunia..

🏡3 jenis rumah yang Allah jelaskan di Al Qur’an :

1⃣. Negeri Saba’
Baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur –> negeri Saba’.. tidak ada hama, wabah penyakit, dsb

Di Al quran dikisahkan kota yg kebun-kebunnya diserang dgn hama tikus. Kebun yg semula menumbuhkan tanaman dan buah2an yg lezat setelah diserang tetap tumbuh tanaman, tetapi buahnya pahit dan tidak bisa dimakan, hanya untuk memandikan mayat..
Negeri yg tadinya subur, makmur, menjadi hancur..

2⃣. Kaum Tsamud
Qs Al Hijr -> Ashabul Hijr adalah kaum Tsamud..
Rumah2nya sangat megah dgn arsitektur luar biasa tetapi Rasulullah pun tidak mengizinkan ummatnya berlama2 di situ karena bekas tempat adzab..

Rumah mereka dulunya aaminiin, aman, temboknya tebal, sulit ditembus, tapi ternyata rumah mereka adalah kuburan mereka. Karena Allah Mengadzab mereka di dalam rumah mereka..

Rumah yg tidak pernah dibacakan Al Quran di dalamnya adalah seperti kuburan..
Rumah yang seperti kuburan adalah rumah yg digemari setan..
Rasulullah bersabda : “Shalat laki2 yg terbaik di rumahnya, kecuali yg wajib”.. “Rumah yg dibacakan Al Baqarah, maka setan lari dari rumah tsb”..
Maka, agar rumah kita tidak seperti kuburan dan digemari setan, perbanyak shalat untuk perempuan, shalat sunnah untuk laki2, dan membaca Al Qur’an..

3⃣. Dua rumah binatang yg bertolak belakang
🐞a. Rumah Laba2
“Org2 yg menjadikan wali2 lain slain Allah seperti laba2 yg membuat rumah, dan rumah yg paling lemah adalah rumah laba2 sekiranya mereka tau.”

Fakta ilmiah menunjukkan serat sarang laba2 lebih kuat dan lebih lentur dibandingkan sutra.. Makanya binatang yg tertangkap di sarang laba2 susah lepasnya..
Kalau bahannya kuat kenapa Allah menyebutnya rumah paling lemah?
Karena rumah itu oleh laba2 hanya digunakan sebagai jebakan. Rumah isinya hanya untuk saling menjebak, saling menjerat..

“Laba2 yg membuat rumah” di Al Qur’an menggunakan kata ganti perempuan.. Hasil penelitian membuktikan bahwa yg mengeluarkan serat untuk membangun rumah adalah betina..

Sementara di ayat lain, “perempuan bertanggung jawab atas rumah suaminya”. Rumah semestinya milik suami, ada qawwamah, perempuan bertanggung jawab memelihara rumah milik suaminya..

Pada laba2, hilangnya qawwamah karena betina yg membuat rumah.. Betina menjadi angkuh luar biasa. Setelah dibuahi, betina berusaha membunuh jantan.. Karena itu setelah membuahi, jantan secepatnya kabur meninggalkan sarang. Jantan hanya bertugas membuahi..
Rumah menjadi lemah bukan karena fisiknya, tapi karena sistemnya.. Lemah karena hubungan antara anggota keluarganya. Laki2 tdk ada tanggung jawab, yg perempuan angkuh seperti Firaun, anak2 saling berkelahi..
Ketika perempuan yg memimpin tinggal menunggu waktu untuk hancur..

Anak laba2 setelah lahir dibungkus bersama2 di kantung yg sempit. Untuk bisa keluar harus saling membunuh. Yg bisa keluar adalah yg berhasil membunuh saudara2nya.
Kalau anak2 kita hanya sibuk berkelahi tentang makanan dan tempat tinggal, harta benda dan warisan, ini seperti anak laba-laba.

Setelah keluar, laba2 betina juga berusaha membunuh anaknya. Karena masa lalunya buruk, maka setelah anak laba2 besar, sesama saudara akan saling berkelahi, kalau betina akan angkuh seperti ibunya, kalau jantan akan tidak bertanggung jawab seperti bapaknya..

Hilangnya qawwamah laki2 menjadi catatan yg sangat penting..
Pelajari qawwamah laki2 di tafsir 4:34.. bekali anak2 kita ttg qawwamah..

33:37 ttg perceraian org mulia, Zaid dan Zainab, akibat hilangnya qawwamah zaid karena jauhnya perbedaan zaid dan zainab..

🐝b. Rumah Lebah
“Ketika Rabbmu memberikan ilham/wahyu kepada lebah untuk membuat sarangnya”..
Ini adalah contoh rumah yg dibangun dgn bimbingan Allah..
Madu yg kita makan adalah sisa persediaan makanan lebah, sisanya saja sgt bermanfaat..

Hasil dari rumah lebah adalah syifaa-u linnas, bermanfaat untuk manusia..
Hasil dari rumah kita, misalnya anak2 kita, harus menjadi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia..

Lebah betina, perannya untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak-anaknya.
Di Al Qur’an, 3 poin pada ayat ttg perintah anak yg berbakti adalah hamil, melahirkan, menyusui.. bakti anak ditukar dgn 3 hal luar biasa ini.. Ajarkan pada anak2 perempuan kita betapa mulianya aktivitas2 tersebut di dalam rumah mereka..
Sementara pekerjaan mereka di luar rumah, demi Allah bukan itu kemuliaan mereka..

**********
Wallahu a’lam bish shawab..

Day 5 : Romantisme Sebuah Ujian

Bismillaahirramaanirrahiim.
Day 5.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushsalihaat 💓

Jummu’ah mubarak.
Isi hari ini dengan kegiatan yang selalu melibatkan Allah disertai berbagai sunnah hari Jum’at. Alhamdulillaah Allah berikan kami ilmu tentang hari Jumat yang in syaa Allah mendekatkan kami pada Allah.

Sehingga segala sesuatu, saat bahagia maupun saat sedang diminta ekstra bersabar, in syaa Allah adalah saat yang selalu indah dan harus disyukuri. Sebagaimana indahnya setiap takdir Allah Ta’ala.

Hari dimana bibi yang biasa bantu kami di rumah sedang kembali istirahat mingguan ke rumahnya selalu menjadi hari istimewa. Istimewa karena segala pekerjaan yang berkaitan dengan rumah, suami dan anak-anak menjadi full tugas uma. Meskipun, alhamdulillah ala kulli haal, Jum’at ini, kondisi uma masih dalam pemulihan pasca ‘kecetit’ pinggang. Sehingga perlu bantuan baba untuk membantu menyelesaikan tugas uma.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushshalihaat. Allah karuniai seorang suami yang pengertian terhadap kondisi istri. Dan mau membantu mengerjakan tugas istrinya. Maa syaa Allaah. La quwwata illa billaah.

Jazakallah khayran katsiran untuk kesabaran juga keteguhan dalam membimbing dan menghadapi istri yang sedang dalam nikmat ujian sakit.

Secara spontan kami memutuskan untuk pergi mencari warung mie ayam. Rehat dan relaksasi keluar rumah sejenak. Qadarullah setelah berputar-putar, yang ditemukan warung bakso. Jadilah kami mengubah tujuan menjadi bakso. Sekaligus memberikan kejutan untuk kakak sebagai penggemar ‘pentol’ ☺

Berjalan menuju warung dengan perlahan. Alhamdulillaah betapa nikmat bisa melangkahkan kaki adalah karunia besar dari Allah. Perlahan dengan memegang bahu baba.

Hingga terdengar celetuk tukang parkir “nggak papa mbak, pelan-pelan aja jalannya” 😄

Ada romantisme dalam proses menuju sehat dan syukur yang lebih kuat.

Sungguh, tiada nikmatMu yang dapat didustakan ya Allah.

Bimbing kami dalam menapaki langkah kebaikan. Sebagai bekal kami berkumpul di surgaMu. Meskipun kadang tertatih, tetap teguhkan iimaan islam kami dan tujuan akhir keluarga kami. Doa terbaik untuk keluarga muslimin. 💕

#day5
#16February2018
#malang
#33mth7mth #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Day 4: a house with baraka in it

Bismillaahirramaanirrahiim.
Day 4.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushsalihaat 💓

No other words than “alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushalihat” 💓can describe how thankful I am to be here in this city, Malang. Specifically in this home. A home where our hearts are. ♥

His guidance is the best amongst all in dunya. And somehow He directed our hearts to choose Malang as our hijrah destination.

The air. The sky. The breeze. The weather. The flowers. The plants. The people. All those items have been written for us to breathe, to sniff, to see, to interact, to touch on His book. The book on where all of our destinies are written.

The place where we live right now is a rental place. Alhamdulillaah. This place is where our stories are recorded. Firstly stepped in this house with such a unique story. We met a really good couple, may Allah always protect them, make their affairs easy, they gave us permission to rent their personal property. Maa syaa Allaah.

A house where our first son and first daughter are raised up. They were firstly landed in this special house hours after they were delivered to dunya. Alhamdulillaah. Alhamdulillaah alhamdulillah. Allahu Akbar ✊

In this house, I, as the Queen of the house am learning how to manage house and take into account. Become responsible of what I lead. House and the children. Ya Rabb.. Make it easy for me. Please always guide me, guide my family and muslimin.

And I believe in this house my husband has also learned to be the leader, the principal of our family. Ya Allah.. Guide our steps to jannah. Build a house for us in jannah. Allahumma..

#day4
#15February2018
#malang
#33mth7mth #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Day 3 : Yang teristimewa, ananda tercinta, para amanahMu

Bismillaahirramaanirrahiim.
Day 3.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushsalihaat 💓

Engkau amanahkan kepada hamba putra putri yang shalih dan shalihah. In syaa Allah.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang sehat, sempurna jasmani dan rohani..

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang senang mendengar dan mulai menghafal kalamMu.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang senang mendengar shalawat untuk Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang senang dan disiplin menjalankan sunnah rasulMu. Seperti, makan dan minum dengan tangan kanan, duduk, membaca basmallah, qailulah, tidur setelah Isya dengan lampu dimatikan dan miring ke kanan, dll.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang qurrota a’yun. In syaa Allah.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang menyukai makanan sunnah rasulMu. Seperti kurma, kismis, labu kuning, madu, dll.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang memiliki hati lembut dan penyayang.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang putra dan putri yang senang bersedekah.

Jaga putra putri kaum muslimin dari kejahatan makhluk Mu ya Rabbana..

Mudahkan segala urusan kami juga keluarga muslimin ya Rabb. Kumpulkan kami kembali di surgaMu.

#day3
#14February2018
#malang
#33mth7mth #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Day 2 : Amanah itu Bernama ‘Suami’

Bismillaahirramaanirrahiim.
Day 2.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushsalihaat 💓

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang taat pada perintah dan menjauhi laranganMu. In syaa Allah.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang bertanggung jawab.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang tegar dan sabar.
Membimbing, menyemangati istrinya untuk terus menimba ilmu, agar tetap seirama dalam mencari ridhoNya.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang sangat bersemangat dalam mengikuti quran dan sunnah dan menapaki jalan dengan sabar untuk mengamalkannya bersama hamba juga anak-anak titipanMu. Jaga dan bimbing kami, ya Rabb..

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang rajin menjaga silaturahim. Setidaknya maksimal dalam dua minggu selalu ada ‘jadwal wajib’ mengunjungi ayah dan ibu mertua.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang berempati tinggi, siap membantu teman, saudara atau pun tetangga yang sedang membutuhkan bantuan.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang senang membantu tugas hamba di rumah. Hal-hal sederhana seperti mencuci piring, membuat masakan tahu telur yang sangat berkesan istimewa di hati 🙂 alhamdulillah. Allahu Akbar

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang sabar merawat hamba ketika dalam keadaan lemah seperti sehabis melahirkan atau ketika sakit.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang gigih mencari nafkah halal.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang dermawan untuk harta dan ilmunya.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang selalu ingin menyenangkan hati istri juga anak-anaknya.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang senang menasihati istri juga keluarga dan rekannya dengan cara yang elok.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang pemaaf.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang menjadikanMu nomor satu dihatinya. Dan selalu ingin berjuang, membela dienMu.

Engkau amanahkan kepada hamba seorang suami yang bervisikan mengajak kami ke surga. In syaa Allah.

Mudahkan segala urusan kami juga keluarga muslimin ya Rabb. Kumpulkan kami kembali di surgaMu.

#day2
#13February2018
#malang
#33mth7mth #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Day 1 : Seorang Umma

Bismillaahirramaanirrahiim.
Day 1.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimushsalihaat 💓

Alhamdulillaah ya Allaah atas nikmat melangkahkan kaki, menghirup udara ciptaanMu dengan iimaan islam.

Jadikan hamba seorang yang selalu bersyukur.

Engkau jadikan hamba seorang yang persistent sejak dilahirkan hingga dalam menapaki jalan hijrah. Tentunya semua dengan pertolongan dan rahmat serta hidayahMu.

Engkau jadikan hamba seorang yang bertanggung jawab atas segala pilihan dalam hidup hamba. No matter what it takes. Termasuk memilih menjadi seorang istri dari suami yang shalih dan ibu dari anak-anak yang shalih shalihah, in syaa Allah Ta’ala.

Engkau jadikan hamba seorang yang berhati besar.

Engkau jadikan hamba seorang yang tulus dalam mencintai.

Engkau jadikan hamba seorang yang senang berbagi dan berkontribusi untuk ummat. In syaa Allah.

Engkau jadikan hamba seorang yang berempati tinggi.

Engkau jadikan hamba seorang yang dapat menahan lisan, menjaga amanah orang-orang yang memberikan amanahnya.

Ya Rabb.. Sungguh tiada nikmatMu yang dapat didustakan. Astaghfirullah..terus bimbing hamba ya Rabb. Untuk dapat menjadi seorang madrasah keluarga yang kebermanfaatannya juga untuk ummat, untuk islam.

#day1
#12February2018
#malang
#33mth7mth #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Days to remember

You know days aren’t same. Some days are short and sweet, some could be long and exhausted. Walking into everyday routines could drive a newbie mother like me insane without the help of Allah.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimushalihaat.

Nevertheless, I wouldn’t ask to walk into someone else’s shoes. One day, the sound of two babies crying at the same time, the muscle sore during and after breastfeeding, the emotional roller coaster during the period of toilet training, etc, surely will be missed. And time is running so fast..

All the smiles and tears throughout the days spent only uma and babies aren’t worth to be exchanged even with the highest paid of an employee.
O Allah, alhamdulillah for teaching me all the lessons from my day 1 become a wife and mother.

Please always guide the steps of my sisters out there who are playing their roles as a wife of a husband, as a mother of their children, and for those who await for children to come to their family, please grant them kids amongst the shaliheen. For those who still await for husbands to come to their life, please grant them the ones who can lead them to jannah together with their family. La hawla wa la quwwata illa billaah.. #remindertouma #tulisanuma